Category: Advices

  • Umur Tepat Untuk Menikah Menurut Studi

    Umur Tepat Untuk Menikah Menurut Studi

    Umur Tepat Untuk Menikah Menurut Studi

    INVHO.com – Anda mungkin bertanya-tanya kapan harus menikah, idealnya umur tepat untuk menikah di usia berapa? Pertanyaan seperti itu mungkin sering terlintas. Namun, setiap orang tentu memiliki standar tersendiri kapan waktunya untuk melanjutkan hidup ke tahap yang baru.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Utah yang kemudian dilansir dari Cosmopolitan.co.uk, Selasa (4/10/2016), rentang umur tepat untuk menikah antara usia 28 hingga 32 tahun.

    Studi tersebut menerangkan bahwa pasangan yang menikah di rentang usia tersebut, kemungkinan lebih kecil untuk bercerai di usia 5 tahun pernikahan. Sedangkan, menikah muda dengan umur dibawah 28 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk bercerai. Namun, hal itu bukan berarti lebih riskan bercerai.

    Berdasarkan skema grafis, kemungkinan untuk bercerai menurut umur memiliki kurva naik turun. Seperti setelah umur 15, pernikahan muda cenderung lebih rentan bercerai. Namun, kurva tersebut menurun menjelang umur 32. Dan setelah 32, kemungkinan untuk bercerai naik sebanyak 5 persen.

    Namun Anda jangan khawatir, umur tepat untuk menikah itu bersumber dari kesiapan secara pribadi. Jika Anda merasa sudah siap menikah secara lahir maupun bathin, maka segeralah menikah.

    Penjabaran diatas hanya sebuah studi berdasarkan tren statistik. Buktinya, banyak pasangan yang menikah lebih tua atau lebih cepat dari rentang umur yang disebutkan diatas, tapi pernikahannya tetap langeng sampai kakek nenek.

  • Kenapa Saya Harus Menulis?

    Kenapa Saya Harus Menulis?

    Kenapa Saya Harus Menulis?

    INVHO.com – Artikel ini bercerita dari sebuah pengalaman dan sengaja saya share karena mungkin saja bisa jadi inspirasi buat saya sediri tentunya dan buat semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini, terkhusus buat sahabat seprofesi saya, dimanapun Anda berada saya ucapkan “Salam Blogger”.

    Kenapa saya harus menulis?

    Kenapa saya harus menulis? Pertanyaan itu seakan-akan menghantui saya ketika sedang berusaha menjadi seorang blogger. Ya, memang benar, saat ini saya sedang beternak sebuah blog yang entah kapan bisa sukses dan berpenghasilan seperti para blogger lain. Mohon maaf jika saya bicara tentang penghasilan!

    Dasarnya, saya bermain blog hanya karena hobby, tapi bukan sebuah kemunafikan bahwa saya bermain blog karena ingin uang, dan itu alasan yang memperkuat saya hingga saat ini untuk tetap setiap di blog. Saya berusaha keras menjadi seorang publisher iklan karena menurut saya cara itu yang ampuh menghasilkan dari sebuah blog, namun sampai saat ini saya masih jauh dari kata sukses. It’s Ok!

    Jujur, sekarang lebih bahagia karena blog yang saya ternak sudah di terima sebagai publisher Google AdSense. Sekarang hanya fokus bagaimana caranya mengumpulkan pundi-pundi dollar dari AdSense yang nyatanya lebih susah, lebih sulit daripada saat melakukan pendaftaran AdSense sampai masa review hingga di approved. Sebuah proses yang melelahkan namun menyenangkan.

    Menulis artikel ini dari sebuah pengalaman, sebuah kebohongan besar jika ada yang mengatakan bahwa dapat uang dari blog itu gampang. Coba buktikan dengan sekali-kali piknik (jalan-jalan) kesebuah forum atau komunitas AdSense. Hampir semua keluhan yang ada forum tersebut berisi pertanyaan yang kurang lebih seperti ini:

    • Kenapa AdSense saya ditolak?
    • Kenapa BPK saya rendah?
    • Kenapa AdSense saya di nonaktifkan atau di banned?

    Keluhan diatas adalah sebuah tantangan yang sewaktu-waktu kita harus hadapi. Belajarlah dari penolakan tersebut maka Anda pun akan paham apa yang diinginkan Google. Ketidaksesuaian antara kebijakan AdSense dengan blog adalah pelajaran untuk berbenah. Butuh kesabaran dan pantang menyerah. Semangat!

    Apa yang harus saya tulis?

    Blog itu adalah sebuah platform yang kebutuhannya terus-menerus harus dipenuhi. Kebutuhan yang paling mendasar untuk blog adalah konten, konten yang saya maksud bukan hanya sekedar konten namun konten tersebut harus kaya akan informasi yang menarik serta berkualitas. Hight Quality dari karya sendiri, No Copy Paste tentunya.

    Jangan lupa menyajikan konten yang permanen, konten yang selalu dibutuhkan, selalu dicari dimesin telusur seperti Google, Yahoo dan Bing. Kuncinya, Anda terus berusaha untuk menulis dan One Days Anda akan tahu apa yang dibutuhakan orang sampai 7 turunan. 

    Lalu apa yang harus saya tulis? Jangan takut, inspirasi itu pasti akan selalu ada, tergantung bagaimana diri kita ini mengolah apa yang ada dibenak menjadi sebuah karya. Tidak jarang apa yang kita tulis itu bersumber dari apa yang dilakukan sebelummnya. Contoh kecil, Anda berjalan-jalan kesebuah taman, kemudian Anda menemukan sebuah bunga yang sedang mekar, lalu Anda memotret bunga tersebut.

    Ketika Anda pulang ke rumah, sadar ataupun tidak, Anda membuka galery di handphone, kemudian melihat hasil potret bunga yang Anda lalukan saat berada ditaman. Saat itu juga tekadkan sebuah keinginan untuk menulis, munculkan imajinasi Anda dengan potret bunga tersebut. Mulai menulis dengan mengungkapkan perasaan Anda saat berada ditaman dan melihat sebuah bunga yang sedang mekar. Seperti yang saya katakan sebelumnya, itu hanya contoh kecil.

    Kemudian, apa lagi yang harus saya tulis?

    Sekiranya pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Kemudian, apa yang harus saya tulis? Ok, menulis itu dibutuhkan sebuah pikiran yang jernih, penuh dengan perasaan dan hati yang bersih. Selain itu, dibutuhkan juga sebuah analisa kata kunci (keyword) yang tepat. Menulis harus menggunakan struktur kata dan bahasa yang mudah dipahami. Agar, apa yang kita tulis itu manfaatnya sampai ke pembaca.

    To be Continue…
  • Cara Menjawab Apa Kelebihan Anda Saat Wawancara Kerja

    Cara Menjawab Apa Kelebihan Anda Saat Wawancara Kerja

    Cara Menjawab Apa Kelebihan Anda Saat Wawancara Kerja
    source image www.managementjournal.net

    INVHO.com – Saat interview kerja, kebanyakan dari pihak pewawancara bertanya “Apa kelemahan Anda?”. Untuk menjawab apa kelemahan diri Anda, sepertinya terasa lebih sulit jika harus menjawab pertanyaan “Apa kelebihan Anda?“.

    Jika tidak mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan ini maka bisa saja Anda tersandung saat menjawab. Kenapa? karena pertanyaan ini butuh tingkat percaya diri yang tinggi, tidak arogansi. Jadi sebaiknya persiapkan jawaban super untuk pertanyaan “Apa kelebihan Anda?”

    Kelebihan yang dimaksud pewawancara biasanya lebih cenderung ke non-teknis, misalnya bagaimana memanage waktu dengan baik, kemampuan berkomunikasi, dan lain sebagainya.

    Jika tidak yakin dengan kelebihan yang Anda miliki, pasti akan terasa sulit untuk menjadi objektif dengan diri-sendiri. Karena itu, coba Anda sekali-kali meminta pendapat teman atau kerabat dekat tentang bagaimana diri Anda.

    Pertanyaan tentang kelebihan bisa muncul dalam bentuk lain namun memiliki makna yang sama, seperti:

    • Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
    • Apa yang membuat Anda yakin bisa bergabung di perusahaan kami?
    • Mengapa Anda merasa cocok di posisi ini?

    Anda tidak perlu merasa kakuh dan gugup jika dihadapkan dengan pertanyaan seperti di atas. Anda harus yakin bisa memberi jawaban yang membuat pewawancara mengangguk puas. Sebelum Anda terkesan hebat menjawab, maka persiapkan hal-hal berikut:

    Cara Menjawab “Apa Kelebihan Anda” Saat Wawancara Kerja 

    1.    Menjawab Sesuai Kebutuhan
    Daripada Anda menjelaskan panjang lebar kelebihan Anda, sebaiknya pilih satu atau dua saja yang memang Anda rasa benar-benar akan memberi peluang untuk diterima. Tips penting, Anda terlebih dulu menguasai job description yang tertera di lowongan kerja.

    Sebagai contoh, posisi yang Anda sedang lamar mengharuskan untuk banyak berinteraksi dengan klien, jadi cara ampuh untuk menjawab kelebihan Anda adalah dengan mengatakan “Anda bisa komunikasi dengan baik”. Tambahkan juga bahwasanya Anda fleksibilitas, serta kreativitas.

    2.    Jangan Memberi Kesan Sombong
    Tujuan Anda wawancara adalah untuk diterima bekerja sebagai karyawan, karena itu Anda harus membuat pewawancara kagum dengan jawaban yang Anda lontarkan, namun tetap hati-hati jangan sampai jawaban tentang kelebihan Anda, memberi kesan sombong.

    3.    Dukung Dengan Bukti
    Banyak bicara tanpa bukti hasilnya kosong. Jika hanya bercerita apa kelebihan Anda, maka itu tentu belum cukup, butuh bukti. Misalnya, kelebihan Anda terletak pada jiwa kepemimpinan, jadi Anda harus menceritakan kisah ketika sukses memegang sebuah proyek atau cabang yang besar, dimana mengharuskan Anda untuk memimpin banyak bawahan.

    Dengan begitu, pewawancara tahu kalau Anda tidak hanya memiliki keunggulan yang dicari oleh perusahaan, tapi juga punya track record sebagai pembuktian.

    Selain itu, pastikan jawaban tentang kelebihan Anda tetap dan selalu selaras dengan budaya perusahaan. Hal ini membutuhkan ketangkasan Anda untuk memahami nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan tersebut.

    Untuk mengetahui itu, tentu Anda harus membaca profile perusahaan dengan mencari informasi tersebut melalui website resminya, melalui media massa, social media ataupun lainnya. Semoga pewawancara terkesan dengan jawaban Anda.

  • Ciri-ciri Lowongan Kerja Yang Tidak Aman

    Ciri-ciri Lowongan Kerja Yang Tidak Aman

    Ciri-ciri-Lowongan-Kerja-Yang-Tidak-Aman

    INVHO.com – Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang harus Anda perhatikan dalam mengidentifikasi lowongan kerja yang tidak aman:

    1#    Perekrutan Berbayar

    Jika Anda menemukan sebuah lowongan kerja dan mengharuskan Anda untuk membayar biaya dengan alasan apapun selama proses rekrutmen, maka sebaiknya untuk tidak melanjutkan proses rekruitment tersebut, karena itu termasuk dalam ciri-ciri pekerjaan yang tidak aman.

    2#    Meminta Data Pribadi tanpa Undangan Wawancara

    Beberapa modus penipuan dalam proses rekruitment adalah dengan meminta detil data pribadi Anda seperti akun bank, nomor KTP dan alamat rumah tanpa adanya undangan wawancara. Jika menemukan hal semacam itu, sebaiknya urungkan niat Anda untuk memberi data pribadi.

    3#    Diterima Tanpa Proses Wawancara

    Terdengan aneh, namun jangan sampai lengah jika ada penawaran kerja tanpa adanya lamaran dari Anda dan atau tanpa proses wawancara. Sebaiknya pastikan Anda benar-benar melakukan proses interview terhadap kantor atau perusahaan tersebut.

    4#    Deskripsi Pekerjaan yang Tidak Jelas

    Undangan wawancara yang tidak memberikan penjelasan mengenai posisi yang ditawarkan atau tawaran pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan deskripsi yang ditawarkan selama proses rekrutmen. Selain itu, penawaran kerja tidak berhubungan dengan keahlian Anda, hal tersebut bisa menjadi ciri-ciri lowongan kerja yang tidak aman dan patut dicurigai.

    5#    Gaji yang Terlalu Tinggi dan Tidak Wajar

    Posisi dalam bidang kerja pasti akan selaras dengan gaji yang diberikan, jika Anda mendapat penawaran kerja yang terlalu baik dan menawarkan gaji tinggi yang tidak wajar maka bisa saja itu termasuk ciri-ciri lowongan kerja yang tidak aman.

    6#    Alamat Email dan Website Mencurigakan

    • Tidak adanya situs resmi atau media sosial perusahaan yang menjelaskan profil dan kegiatan perusahaan tersebut
    • Alamat email perusahaan yang gratis dan tidak sesuai dengan alamat email yang ada di situs resmi perusahaan tersebut
    • Korespondensi email yang tidak profesional dan tidak mencantumkan detil kontak perusahaan seperti nomor telepon dan alamat kantor.

    Nah, itu dia beberapa ciri-ciri lowongan kerja yang tidak aman, pastikan Anda melamar di kantor atau perusahaan yang tidak termasuk dalam ciri-ciri di atas. Semoga artikel ini bermanfaat, sukses terus dalam karir.

  • Pria Berwajah Tampan Justru Sulit Mendapat Pekerjaan

    Pria Berwajah Tampan Justru Sulit Mendapat Pekerjaan

    Pria-Berwajah-Tampan-Justru-Sulit-Mendapat-Pekerjaan
    source image thecreativeentrepreneurs.com

    INVHO.com – Suka ataupun
    tidak, namun bukan lagi sebuah rahasia umum jika penampilan memiliki
    pengaruh yang cukup besar terhadap kesuksesan karier seseorang. Perlu
    Anda ketahui bahwa ternayata pria berwajah tampan atau pria yang
    berparas rupawan ternyata masih punya rasa cemas dalam mencari pekerjaan
    ataupun rasa cemas dalam membangun kesuksesan kariernya.

    Dalam sebuah studi yang diadakan oleh University College London’s School of Management, Inggris dan University of Maryland, Amerika. Studi tersebut mengungkapakn bahwa seorang pria berwajah tampan justru sulit mendapat pekerjaan. Dalam studi tersebut, para ahli mengadakan 4 (empat) eksperimen secara terpisah di 4 (empat) lokasi kerja berbeda pula. Di beberapa sesi, subjek pria diminta menilai kandidat pria dan wanita diminta menilai kandidat wanita.

    Hasil studi menunjukkan bahwa dalam proses interview, keputusan yang dimabil oleh pewawancara pria sangat dipengaruhi oleh tingkat penampilan kandidat atau pelamar kemudian baru mempertimbangkan posisi kerja yang dilamar.

    Para pewawancara lebih cenderung untuk tidak mempekerjakan kandidat yang memiliki penampilan fisik rupawan. Pewawancara merasa kalau kandidat tersebut suatu saat dapat berisiko menjadi kompetitor dalam kariernya di masa depan. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah jika jenjang karier kandidat tidak berpengaruh pada jenjang karier si pewawancara.

    Menurut studi ini, stereotip yang secara umum berlaku adalah bahwa pria yang berpenampilan menarik atau berwajah tampan dianggap lebih kompeten dan lebih mudah meraih kesuksesan di tempat kerjanya. Hal ini bisa memberi dampak negatif jika atasan si pria rupawan tersebut kebetulan juga adalah seorang pria.

    Karena itu, besar kemungkinan para pria berwajah tampan ini tidak diberi kesempatan untuk bersinar dalam karier serta sulit untuk mendapat promosi karena dianggap sebagai saingan. Uniknya, untuk kandidat wanita yang berparas cantik dan menarik tidak dihadapkan pada hal tersebut.

    Pemimpin riset dari Universitas Maryland yaitu Profesor Sun Young Lee, mengatakan bahwa sebaiknya perusahaan harus lebih cermat memperhatikan masalah ini. Menurutnya, pihak manajemen lebih berisiko terkena jebakan stereotip yang mana keputusannya lebih untuk kepentingan pribadi. Jika dibiarkan tetap seperti itu, maka perusahaan sulit mendapatkan kandidat yang kompeten untuk membangun perusahaan lebih maju kedepannya.

    Lucu juga yah, Apakah Anda pernah mengalami diskriminasi karena wajah rupawan? Silahkan berbagi cerita di kolom komentar.